Mengenal Lebih Jauh Ellya Rosa, Perempuan Pendobrak Labuhanbatu

Ellya Rosa Siregar

KENYANG makan asam garam perpolitikan di Bumi Ika Bina En Pabolo, tokoh politik senior perempuan ini bertekad maju pada Pilkada 2020 untuk Kabupaten Labuhanbatu. Boleh dikatakan, politisi Golkar ini sudah menguasai seluk-beluk persoalan di Labuhanbatu.

Sebab, tiga kali menjabat anggota legislatif dan terakhir duduk sebagai Ketua DPRD Labuhanbatu 2009-2014 lalu. Dalam perjuangannya di legislatif, sosoknya yang kalem dan keibuan namun tidak ada tawar menawar dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama kaum perempuan.

Ellya Rosa Siregar, atau Bunda Ellya biasa disapa, adalah perempuan berlatar belakang politik yang sudah puluhan tahun bergerak dalam perjuangan. Baginya, perempuan harus membawa perubahan untuk masyarakat.

Teks foto: Wawancara eksklusif ikabina.com dengan Bakal Calon Wakil Bupati Labuhanbatu, Ellya Rosa Siregar, Selasa (28/07/2020). (jib) 

Kini, dirinya bertekad menawarkan perubahan Labuhanbatu tidak melalui legislatif, melainkan sebagai kepala daerah bersama Bakal Calon Bupati, Erik Atrada. Bunda Ellya Rosa Siregar dalam pergerakannya belakangan ini kerap turun ke tengah-tengah masyarakat untuk menampung aspirasi dari akar rumput.

“Keinginan masyarakat terus diperjuangkan, makanya saya bertekad siap menjadi peserta Pilkada Labuhanbatu bersama Pak Erik Atrada. Ini semata-mata bukan untuk diri saya pribadi dan Pak Erik, tetapi kami harus mendedikasikan diri kepada masyarakat Labuhanbatu,” tegas Ellya Rosa Siregar, mengawali perbincangan dengan ikabina.com, Selasa (28/07/2020) di kediamannya.

Bagi Bakal Calon Wakil Bupati ini,
kaum perempuan di seluruh Kabupaten Labuhanbatu adalah  perempuan-perempuan tangguh  yang telah bekerja dan berkarya dengan baik diberbagai bidang keahlian dan profesi.

“Labuhanbatu harus memberikan kesempatan kepada perempuan menjadi pemimpin yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Labuhanbatu harus memberikan kebahagiaan, terutama kepada kaum wanita yang tidak kalah dengan laki-laki.
Karena itu, saya merasa ini bukan untuk saya, tapi ini adalah untuk kerja dari semua masyarakat,” papar Ellya Rosa Siregar ketika disinggung tekadnya dalam pencalonan kepala daerah.

Ellya Rosa Siregar

Politisi senior Golkar ini berharap, majunya dirinya pada kontestasi Pilkada 2020 menjadi pemacu semangat kebersamaan dalam meraih keberhasilan Labuhanbatu yang unggul dalam segala hal.
“Perempuan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, makanya ketika saya menjadi anggota legislatif, selalu bersuara lantang dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang telah mempercayakan saya menjadi wakil meraka,” sebutnya.

Untuk itu, bersama timnya, pasangan Erik Atrada-Ellya Rosa Siregar (ERA), katanya, terus bergerak menjemput semangat perubahan Labuhanbatu hingga ke pelosok kampung. “Pak Erik sudah pernah menjadi anggota DPR RI, sedangkan saya tiga periode sebagai anggota legislatif di DPRD Labuhanbatu. Kami sama-sama berjuang melalui jalur politik, dan saatnya mengabdikan diri dalam pembenahan birokrasi jika dipercaya masyarakat. Sebab inilah saatnya kami berjuang untuk kepentingan masyarakat itu sendiri dalam hal politik dan birokrasi,” urainya.

Teks foto: Ellya Rosa Siregar bersama kedua putranya, Didok Simangunsong dan Romario Simangunsong dalam suatu kegiatan keluarga. (ist) 

Wakil Ketua DPD II Golkar Labuhanbatu dan Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) ini terus melakukan penggerakan. Sehingga, baginya untuk menerjemahkan keberanian dan kekuatan yang dibangun atas dasar perempuan, itu makanya Bunda Ellya Rosa harus mengambil peran sebagai pelaku di pesta demokrasi Labuhanbatu, Desember mendatang bersama ERA.

“Kita tidak lagi menunggu perubahan, harus dijemput. Maka saya mewakili perempuan,  sekuat tenaga tidak akan lagi menunggu dalam ketidakberdayaan perempuan untuk mendobrak perubahan itu sendiri,” urainya.

Ellya Rosa memaparkan, dalam politik, mengandung arti tentang tatanan pemerintahan, kebijakan ketatanegaraan, perbuatan atau tindakan terkait dengan kebijakan pemerintah. “Maka perempuan peran penting dalam keterlibatan dan proses pengambil kebijakan dengan melibatkan diri secara langsung dan maksimal,” tuturnya.

Teks foto: Keakraban Ellya Rosa Siregar dengan para Emak-emak dalam perannya sebagai Tokoh Perempuan Berpengaruh di Kabupaten Labuhanbatu. (ist) 

Agar perempuan memiliki keberanian mengemukakan pandangan dan pendapat di hadapan publik pada tatanan penyusunan kebijakan pemerintahan, sambungnya, maka perempuan harus diberi kesempatan berkecimpung di dalam kepemimpinan.

Oleh sebab itu, bila dirinya dipercaya masyarakat, terutama kaum Emak-emak, siap menjadi penyelenggara pemerintahan dalam pelaksanaan kebijakan publik soal penyelenggaraan rumusan pembangunan serta kebijakan pemerintahan.

“Untuk mengurai persolaan di Kabupaten Labuhanbatu ini harus terprogram dengan sistem pembangunan yang melibatkan  perempuan sebagai objek dari pembangunan itu sendiri. Maka, karena saya juga memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara siap mengambil peran itu,” tukasnya.

Bahkan, tegas Ellya Rosa, bukan saatnya perempuan menjadi penonton. “Pilkada ini harus  menjadi alat perjuangan untuk kesejahteraan dan kedamaian masyarakat Labuhanbatu. Untuk itu saya dan Pak Erik akan terus menerus menjemput keinginan masyarakat,” tekadnya.

Editor: Najib Gunawan

5,153 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini