2 Bangsat Mati! Granat Apresiasi Polres Labuhanbatu

Ketua Granat Labuhanbatu, Khairul Fahmi Lubis

LABUHANBATU – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Labuhanbatu, Khairul Fahmi Lubis, mengapresiasi kinerja Polres Labuhanbatu dalam memberantas peredaran narkoba di bumi Ikabina En Pabolo. Jumat (14/11/2020) lalu, 2 bangsat narkoba mati ditembak karena membahayakan petugas atas pengungkapan 15 kilogram sabu-sabu. 

Pengungkapan berawal Kamis (12/11/2020) siang di Jalan Lintas Sumatera KM 330/331 Desa Sisumut, Kecamatan Kota Pinang, Labusel ketika Sat Narkoba Labuhanbatu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu berhasil memberhentikan laju mobil avanza silver BM 1843 DM yang telah diikuti dari proses penyelidikan yang dikemudikan Eka Satria warga Jalan Marelan Pasar II Barat, Kelurahan Terjun Medan Marelan (Pelaku Utama) dan Abdul Fatah juga beralamat yang sama.

Dari hasil penggeledahan di dalam mobil ditemukan 15 bungkus plastik merk QING SHAN disusun dalam tas hitam bertuliskan Cenderawasih akan diedarkan ke Labusel 2 kilogram dan ke Dumai, Riau 13 kilogram. Dua pelaku adalah jaringan antar provinsi Aceh, Sumut dan Riau.

“Semoga Polres Labuhanbatu jangan puas dulu. Sebab narkoba adalah kejahatan extraordinary crime, menghancurkan masa depan anak bangsa. Kapolres AKBP Deni Kurniawan dan Kasat Narkoba AKP Martualesi, ojo kendor sebab selama ini terlihat memerangi narkoba dengan serius,” papar Fahmi.

Dari awal Granat Labuhanbatu sangat mengapresiasi kinerja Kasat Martualesi yang selalu turun langsung menyikat pemuja narkoba. “Kami mengapresiasi kinerja Polres Labuhanbatu yang begitu sigap dalam menangkapi pelaku narkoba. Apalagi pelakunya selalu mencari strategi baru dalam melancarkan aksinya namun berhasil disikat polisi,” urai Ketua Granat Labuhanbatu ini.

Menurut Fahmi, narkoba membahayakan tidak hanya bagi generasi bangsa. Bahkan oknum aparat pemerintah dan tak jarang justru aparat penegak hukum itu sendiri bisa terpengaruh menjadi korban dan pelakunya.

“Sangat kita dukung kinerja Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu dalam memberantas narkoba ini. Kerjasama antar institusi dan semua pihak serta lembaga termasuk pegiat anti narkoba sangat dibutuhkan. Sehingga ruang gerak pelaku narkoba menjadi sempit,” tegas Fahmi.

Editor: Najib Gunawan

4,389 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini