Tutup Kekurangan KPU, Pemilih Apresiasi ULB

Rektor Universitas Labuhanbatu, Ade Parlaungan Nasution dalam suatu kesempatan, belum lama ini. (ist)

LABUHANBATU – Masyarakat selaku pemilih dan pegiat media sosial memberikan apresiasi kepada Universitas Labuhanbatu (ULB) yang bakal menggelar podcast Debat Juru Bicara (Jubir) Pasangan Calon (Paslon) Pilkada, Sabtu (21/11/2020). Masyarakat menilai, terobosan yang dilakukan ULB sangat brilian untuk menutupi kekurangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu.

Sebab, KPU dinilai minim melakukan sosialisasi Pilkada Labuhanbatu baik ke kecamatan, kampus, sekolah, Lapas, Rumah Sakit, termasuk kepada pemilih pemula dan disabilitas. Sehingga, dikhawatirkan tingkat partisipasi pemilih akan rendah karena pemilih kurang mendapatkan informasi.

Dalam rencana Debat Jubir Kandidat Paslon Pilkada, kelima utusan dari nomor urut 1 diwakili, Dedy Arfan Sinaga, nomor urut 2 yakni, Muhammad Riduan, nomor urut 3, ada Syahdan Saibani Rambe, nomor urut 4, Ilham Pohan, dan nomor urut 5, Rhas Galang Goldie. Sedangkan, pemandu debat dua moderator yang kredibel, yakni, Yanto Ziliwu dan Junita.

Rektor Universitas Labuhanbatu, Ade Parlaungan Nasution, mengatakan, para Jubir telah memastikan kesiapannya masing-masing untuk tampil di studio milik universitas ternama itu. “Debat juru bicara paslon bupati dan wakil bupati Labuhanbatu yang akan digelar, 21 November 2020 d Ruangan Podcast Universitas Labuhanbatu TV adalah salah satu bentuk pendidikan politik kepada seluruh masyarakat,” papar Ade ketika dikonfirmasi ikabina.com, Selasa (17/11/2020).

Disampaikan oleh Rektor Universitas Labuhanbatu itu, Ade menjelaskan bahwa dengan keberadaan Debat Juru Bicara paslon ini akan memulai suatu tradisi baru wacana intelektual yaitu tradisi berdebat secara ilmiah. “Meraka akan menyampaikan program-program kerja paslon bupati yang mereka wakili secara lengkap dan paripurna,” terangnya.

Apalagi, sambung Ade, dalam debat nanti, juru bicara yang dikirim para paslon Bupati Labuhanbatu dinilai cukup mumpuni baik segi akademis maupun aktivitas kemasyarakatannya.

Ade juga menyayangkan minimnya upaya sosialisasi Pilkada calon Bupati Labuhanbatu yang dilaksanakan oleh KPU Labuhanbatu. “Padahal di daerah lain KPU-nya gencar melakukan sosialisasi. Walaupun ditengah pandemi Covid-19 masih terus meraka laksanakan sosialisasi ke sekolah, kampus, penjara, rumah sakit, pemukiman masyarakat dan kepada kelompok mileneal,” kritik Rektor Universitas Labuhanbatu itu.

Bahkan, Ade mengkhawatirkan
ditengah ancaman politik transaksi uang, dirinya berpendapat bahwa semakin banyak sosialisasi mengenai Pilkada baik dari KPU maupun dari kelompok masyarakat sipil lainnya tentu akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan sistem demokrasi yang bersih dan berkualitas.

“Sehingga Calon Bupati yang terpilih nantinya dapat membawa aspirasi masyarakat untuk membuat perubahan dan kemajuan di Kabupaten Labuhanbatu. Karena, tujuan dari Pilkada adalah untuk memajukan daerah supaya berkembang sebagaimana potensi kekayaan alam Kabupaten Labuhanbatu yang cukup besar,” jelas Ade Parlaungan Nasution.

Editor: Najib Gunawan

2,874 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini