Dinilai Ingkar Terhadap Mantan Danton, PTPN III Bisa Didenda Rp6 M

Nova Nadeak

LABUHANBATU – Perdamaian antara Yoheri Afandi Manurung, Mantan Komandan Pleton (Danton) Satuan Pengamanan (SatPam) PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Kebun Sisumut, Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara, yang dilakukan 02 November lalu hingga kini belum tuntas. PTPN III dinilai tidak beritikad baik sehingga bisa didenda Rp6 milyar.

Jonni Silitonga, Wakil Sekjend DPP Peradi selakuPenasehat Hukum (PH) Yoheri Afandi Manurung, menyampaikan, pihaknya belum menerima alasan PTPN III atas upaya perdamaian tersebut. “Sampai sekarang belum ada kami terima alasan PTPN III kenapa perdamaian belum juga dilakukan. Padahal yang meminta berdamai adalah pihak PTPN III sendiri saat klien kami dipanggil hadir di Kantor Direksi PTPN III, Jalan Sei Batang Hari No.2 Medan,” terang Joni kepada sejumlah media, Selasa (24/11/2020) di Medan.

“Maksud dari pihak PTPN III ini sudah kita sikapi dengan baik sejak awal, dan kita bersedia mencabut semua laporan di Polres Labuhanbatu, dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Wilayah-IV. Namun hingga hari ini tidak juga ada kejelasannya, dari sini jelas dapat kami simpulkan bahwa niat tulus untuk berdamai dari pihak PTPN III memang tidak ada, kalau memang niat PTPN III setengah hati ingin berdamai, saya pikir kita batalkan saja perdamaiannya,” tegas Joni Silitonga.

Terpisah, Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kasi Gakkum) UPT Wasnaker Provsu Wilayah-IV, Nova Nadeak ST, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, terhadap kasus dugaan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan yang diduga dilakukan oPTPN III Kebun Sisumut kepada Yoheri Afandi Manurung, nota kedua sudah dikirimkan pihaknya ke PTPN III Sisumut, Rabu (25/11/2020) via Kantor Pos.

“Nota kedua ini terlambat kami kirimkan karena sesuai janji dari Suhermanto SH selaku Kepala Bidang (Kabid) Umum PTPN III DLAB3 dia yang akan mengambil langsung. Akan tetapi setelah dua minggu kami tunggu tidak juga diambil maka kami kirim via Kantor Pos,” sebut Kasi Gakkum ini.

Lebih lanjut Nova Nadeak menjelaskan, jumlah kerugian Yoheri Afandi Manurung sesuai perhitungan kurang lebih sebesar Rp104 juta, belum dihitung untuk jabatannya sebagai Danton Satpam. Sebab sesuai penjelasan dari Sonny Meliala selaku Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN III Kebun Sisumut, bahwa berdasarkan Job Descreption Danton Satpam tidak dapat upah lembur sebab tugas DanTon hanya sebagai pemikir dan perencana.

“Secara akumulatif jumlah seluruh kerugian untuk 58 anggota Satpam PTPN III Sisumut mencapai Rp6 milyar lebih yang wajib dibayar PTPN III,” tegas Nova Nadeak.

Penulis: Anto Bangun
Editor: Najib Gunawan

 4,854 total views,  2 views today