SPBun PTPN III Tebang Pilih Kepada Anggota

Nofiardi

LABUHANBATU – Semua pelaku tindak pidana kejahatan penggelapan produksi di Pabrik Pengolahan Karet (PPK) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Kebun Sarang Giting (KSGGI), Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara adalah 13 orang, sebut Nofiardi salah satu pelaku kepada Media ini Kamis (26/11/2020).

“13 orang pelaku ini terdiri dari saya, dan berinisial SP, KS, RE, JT, HM, PA, SI, MS, NH, DS, HR dan IDS jabatan Manager, dan semuanya menerima bagian dari hasil kejahatan penggelapan produksi karet jenis Rubber Smoke Sheet (RSS) Balen dan Cutting sejumlah 10.880 Kg.

“Penggelapan produksi ini dilakukan tiga kali, pertama 18 Agustus 2020, kedua 30 Oktober 2020 dan ketiga 01 September 2020, jumlah uang keseluruhan Rp22 juta, dan keterlibatan semua pelaku sudah saya sampaikan ketika saya di interogasi oleh Team Satuan Pengawas Intern (SPI)perusahaan,” kata Nofiardi Mantan Karyawan Pimpinan, dengan Jabatan Asisten Pengolahan PPK PTPN III KSGGI.

Nofiardi kemudian melanjutkan,
kasus ini sebenarnya sudah diselesaikan melalui perundingan Bipartit antara Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) PTPN III dengan Management yang dilaksanakan 27 Oktober 2020 dan pada 12 Nopember 2020 dirinya menerima Surat Keputusan (SKPTS) Direksi PTPN III Nomor:BSDM/SKPTS/R/342/2020 Tanggal 02 Nopember 2020, tentang Pemberian Sanksi/Hukuman Disiplin Penurunan Golongan/ Degradasi dan Mutasi Jabatan Karyawan Pimpinan, golongan.

“Saya diturunkan dari III.B/6 menjadi III.A/0, dan jabatan sebelumnya sebagai Assisten Pengolahan menjadi Staf diperbantukan di Distrik Labuhanbatu-I (DLAB1),” ungkapnya.

Tetapi ada yang menurutnya janggal dan aneh. Sebab pada tanggal 16 Nopember 2020, kembali menerima SKPTS Direksi Nomor:BSDM/SKPTS/R/266/2020 tentang Pembatalan Penurunan Golongan. Lalu, SKPTS Direksi Nomor:BSDM/SKPTS/R/342/2020, tentang Pemberian Sanksi/Hukuman Disiplin Penurunan Golongan/Degradasi dan Mutasi Jabatan Karyawan Pimpinan PTPN III. “Golongan saya yang sudah diturunkan menjadi III.A/0 dikembalikan lagi menjadi III.B/6,” sambungnya.

“Pada tanggal yang sama 16 November 2020, saya di Putus Hubungan Kerja (PHK) yang tertuang pada SKPTS Nomor: BSDM/P/R/ 274/2020, selain di PHK. Saya diwajibkan untuk membayar ganti kerugian sebesar Rp 62.192.492, yang dipotong langsung melalui uang pesangon, apakah keputusan Perundingan Bipartit tentang degradasi golongan dan mutasi tersebut dianulir kembali oleh SPBun PTPN III? Kalau dianulir kenapa hanya untuk saya dan ketiga rekan saya, kenapa tidak semuanya, apakah SPBun ada keberpihakan,” keluh Nofiardi penuh tanda tanya.

Masih menurut Nofiardi, PHK ini hanya diberlakukan kepada dirinya dan tiga orang rekan berinisial SP ,KS dan RE. “Sedangkan kepada yang 9 orang lagi termasuk IDS selaku manager hanya degradasi golongan dan mutasi jabatan, padahal mereka semua turut menikmati hasil dari kejahatan dimaksud walaupun nilainya ada yang kecil hanya Rp100 ribu,” sambungnya kembali.

Tindakan Direksi PTPN III ini sangat diskriminatif, kalau memang mau di PHK semualah di PHK, kalau mau dimutasi dan diturunkan golongan semualah diperlakukan sama.

“Tindakan Direksi PTPN III yang sarat dengan unsur diskriminatif ini, maka saya berencana akan memperselisihkan PHK saya ini ke lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Sehingga PHK saya batal dan bisa dipekerjakan kembali,” harap Nofiardi sedih terlihat ada butiran bening disudut bola matanya.

Hadi Saputra, SP, Ketua Umum SPBun PTPN III saat diminta tanggapannya melalui pesan singkat, tentang bagaimana SPBun menyikapi tindakan Direksi PTPN III yang sangat diskriminatif kepada pekerja serta apa upaya yang akan dilakukan SPBun untuk membatalkan PHK tersebut, Ketua SPBun PTPN III ini sama sekali tidak memberikan jawaban,meski sudah membaca pesan singkat yang dikirim kepadanya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Rina Tanjung, Sekretaris Umum SPBun PTPN III, tidak memberi tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Penulis: Anto Bangun
Editor: Najib Gunawan

 5,685 total views,  2 views today