Gawat! Kades Utak-atik Struktur BPD Negeri Lama Seberang

Ketua BPD Negeri Lama Seberang, Ghazali Suganda Harahap

BILAH HILIR – Kepala Desa (Kades) Negeri Lama Seberang, Ahmad Akhyar Ritonga, secara sepihak mengutak-atik struktur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diketuai, Ghazali Suganda Harahap, sejak September 2020.

Bahkan, seolah posisi Ghazali Suganda Harahap kini tidak difungsikan oleh Kades Ahmad Akhyar Ritonga. “Malahan, mereka membuat rapat khusus untuk mengekang posisi saya sebagai Ketua BPD. Sejak beberapa bulan ini, saya tidak pernah dilibatkan dalam mengambil keputusan, dan urusan administrasi BPD posisi saya sebagai Ketua BPD digantikan oleh Wakil Ketua BPD, Suriya Rahmad Syahputra,” ungkap Ghazali, kepada ikabina.com, Jumat (02/07/2021).

Lebih jauh Ghazali mengungkapkan, ketika penyaluran BLT DD tahap 3 tahun 2021, saat itu kegiatan rapat dipimpin Yanti Kusnita. “Padahal Yanti posisinya di BPD adalah anggota. Bahkan ada lagi kejanggalan penyaluran BLT DD tahun 2020 untuk tahap 7, 8, 9, saat itu Wakil Ketua BPD, Suriya Rahmad Syahputra, yang menandatangani berita acara monitoring penyaluran tetapi dalam tekanan atau desakan dari Pemerintah Desa Negeri Lama Seberang yang notabene-nya atas perintah PMD. Padahal dalam hal ini saya masih aktif tetapi tidak dilibatkan sama sekali,” beber Ketua BPD ini.

Disinggung mengenai rapat khusus Musyawarah Pembaharuan Struktur BPD, Ghazali tidak pernah mengeluarkan surat tersebut namun dirinya diminta untuk menandatangani undangan.

“Jelas saya menolak. Tetapi muncul lagi isi surat yang sama namun ditandatangani oleh Suriya Rahmad Syahputra. Rapat mereka dihadiri oleh Suriya Rahmad Syahputra (Wakil Ketua BPD), Paini (Sekretaris), Yanti Kusnita (Anggota), Irianto Sirait (Anggota). Hasil rapat itu menggantikan posisi saya sebagai Ketua BPD kepada Yanti Kusnita. Kan tidak semudah itu menggantikan posisi saya, sebab SK saya ditandatangani oleh Bupati Labuhanbatu melalui pemilihan sah saat pemilihan,” urai Ghazali.

Jika kondisi posisi Ghazali sebagai Ketua BPD Negeri Lama Seberang digantikan sepihak, dirinya akan melakukan perlawanan hukum. “Kalau mereka masih ngotot dengan kesalahannya, saya akan tempuh jalur hukum. Saya akan laporkan ke PMD, Inspektorat, bahkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan,” tegasnya.

Penulis: Richard F Manurung
Editor: Najib Gunawan

 7,961 total views,  2 views today