Mediasi Berujung Pengeroyokan, Pasutri Tuntut Keadilan

Teks foto: Korban Rini dan suaminya, Suhendra serta kuasa hukum mereka Yanto Ziliwu saat memberikan keterangan kepada ikabina.com di Polsek IX-X, Senin (09/08/2021). (jib)

LABURA – Berawal dari mediasi yang gagal, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dikroyok oleh pihak keluarga dari suami. Padahal, mediasi disaksikan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) di Kantor Kelurahan Aek Kota Batu dan kuasa hukum korban, Yanto Ziliwu.

Korban Rini mengalami penganiayaan oleh Paidi (mertua korban, red) dengan benda tumpul berjenis tripod camera hingga mengalami luka memar. Kemudian keluarga pelaku lainnya, Riski (adik ipar korban, red) juga memukul Rini dengan tangan dan menendang korban.

Sehingga korban mengalami memar wajah dan giginya bergoyang, termasuk lebab di tubuh hingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat, Jumat (23/07/2021) lalu. Saat kejadian itu, ironisnya suami korban Rini, Suhendra, di keluarkan dari ruangan mediasi Kantor Kelurahan Aek Kota Batu oleh pamannya, Anto Tobos, sehingga Suhendra tidak dapat berbuat apa-apa atas kejadian penganiayaan yang dialami korban Rini.

Atas kejadian ini, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek IX-X namun hingga kini pihak kepolisian seakan lamban memprosesnya. Ironisnya Suhendra justru menjadi terlapor karena tuduhan memukul kemaluan Riski dan Supriadi. Padahal kedua tangan Suhendra dalam dekapan Anto Tobos dan Riski serta Supriadi.

“Saya yang menjadi korban penganiayaan dan telah kami laporkan kejadian ini ke Polsek IX-X tetapi pelaku masih berkeliaran. Malahan, suami saya menjadi terlapor. Lalu laporan kami apakah hanya jalan di tempat saja dibuat Polsek IX-X,” keluh Rini dan suaminya Suhendra, usai menjalani pemeriksaan di Polsek IX-X, Senin (09/08/2021) kepada ikabina.com

Untuk itu, pasangan suami istri (Pasutri) ini menuntut keadilan atas kejadian yang menimpanya. “Dimana letak keadilan itu? Apakah laporan kami yang menjadi korban diendapkan,” keluh Suhendra.

Kuasa Hukum korban, Yanto Ziliwu, mengatakan, pihaknya  dalam hal ini tentunya meminta pihak Polsek IX-X untuk segara melakukan penangkapan terhadap terlapor dikarenakan peristiwa pengoroyokan itu benar tarjadi di alami oleh kliennya.”Sehingga kami butuh kepastian perlu proses hukum yang cepat terhadap pelaku. Karena dari akibat mediasi yang gagal ini mengakibatkan pengoroyokan terhadap klien kami,” tegas Yanto Ziliwu.

Editor: Najib Gunawan

 18,621 total views,  2 views today