Ayo! Beli Kue Butet Buat Bantu Biaya Cuci Darah Paiman

Teks foto: Rumah Peduli Labuhanbatu menyalurkan donasi berupa sembako dan tali asih kepada Pak Paiman dan Ibu Butet di Jumat Berkah rutinitas para aktivis kemanusiaan ini di kediaman mereka, Jumat (28/2/2020). (jib)

BILAH HULU – Sejak kesehatan pak Paiman, bermasalah dan wajib cuci darah sepekan dua kali. Perekonomian keluarganya ditopang sangat isteri, Butet dan anaknya dengan berjualan aneka ragam kue di pasar tradisional Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu tiap pagi.

Semula, pak Paiman yang hanya seorang buruh bangunan musiman ini tidak menyangka kesehatannya bakal seperti ini. Akibat derita komplikasi yang dirasakannya, cuci darah menjadi rutinitas sepakan dua kali di Klinik Bunda Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu.

Jumat Berkah rutinitas Rumah Peduli Labuhanbatu (RPL) kali ini, para aktivis kemanusiaan berkesempatan menyambangi keluarga yang tinggal di Dusun Sumber Sari, Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu. Setidaknya, rumah keluarga ini memudahkan mereka menjajakan dagangannya karena tidak jauh dari pasar tradisional Aek Nabara.

Teks foto: Pak Paiman dan ibu Butet saat disambangi Rumah Peduli Labuhanbatu, Jumat (28/2/2020) mendapatkan bantuan donasi sembako dan tali asih dari para pendonasi. Paiman harus rutin cuci darah sepekan dua kali. (jib) 

Sehingga, sedikit memudahkan mereka mencari peruntungan rezeki. Namun demikian, penghasilannya hanya cukup buat makan dan kebutuhan lainnya. “Berobat pakai BPJS, tetapi ya namanya juga ke rumah sakit, biaya diluar lainnya pasti ada. Kan berobatnya ke Ranto (Rantau Prapat, red),” ucap Paiman didampingi istrinya Butet, saat berbincang dengan RPL, Jumat (28/2/2020) saat menyalurkan donasi sembako dan tali asih dari para pendonasi.

Usia pak Paiman pun setidaknya bila sehat tidaklah lagi produktif sebab mencapai 64 tahun. Begitu juga dengan istrinya, Butet hanya terpaut lebih muda dua tahun dari sang suami. Keluarga ini sangat membutuhkan bantuan kita.

Untuk itu, RPL mengimbau bagi masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional Aek Nabara, hendaknya ikut meringankan beban Paiman dengan membeli dagangan kue Butet. “Dengan demikian (membeli kue ibu Butet), kita ikut merasakan derita keluarga ini,” pesan Bendahara RPL, Anie Suryani kepada masyarakat melalui ikabina.com.

Editor: Najib Gunawan

 

 5,788 total views,  6 views today