Subhanallah.. DMI Bilah Hulu Bangun Dapur Dhuafa Sampai Kiamat

Teks foto: Kyai Marfin Kasduri bersama Ketua DMI Labuhanbatu, Rendi Fitra Yana dan Ketua DMI Bilah Hulu, Bukhori Fasha Marfin Kasduri serta tokoh agama foto bersama disela peresmian Dapur Dhuafa, Kamis (26/11/2020). (ist)

BILAH HULU – Luar biasa! Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Bilah Hulu mendirikan Dapur Dhuafa untuk fakir miskin, yatim piatu dan dhuafa. Progam keumatan ini baru pertama kalinya di Kabupaten Labuhanbatu di bawah asuhan Ustadz Bukhori Fasha Marfin Kasduri.

Para fakir miskin, yatim piatu dan dhuafa setiap harinya diberi bantuan makan tiga kali dan silahkan datang bagi siapapun yang merasa sesuai kriteria ke Dapur Dhuafa beralamat di Dusun Cinta Makmur, Desa Pondok Batu Aek Nabara atau bisa mencari informasi melalui Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Iman setempat.

Dapur Dhuafa ini diresmikan oleh Ketua Dewan Pembina DMI Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe dihadiri Ketua DMI Labuhanbatu, Ustadz Rendi Fitra Yana, dan Kyai Marfin Kasduri serta tokoh agama dan masyarakat, Kamis (26/11/2020).

Teks foto: Ketua Dewan Pembina DMI Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe bersama Ketua DMI Labuhanbatu, Rendi Fitra Yana dan Ketua DMI Bilah Hulu, Bukhori Fasha Marfin Kasduri disela peresmian Dapur Dhuafa, Kamis (26/11/2020). (ist) 

Terobosan keumatan yang dilakukan DMI Bilah Hulu yang gawangi Ustadz Bukhori Fasha Marfin Kasduri belakangan banyak menginspirasi masyarakat.

“Semiga menginspirasi seluruh pengurus BKM se-Labuhanbatu dengan meluncur Program Dapur Dhuafa. Yang telah terdata di DMI Bilah Hulu, ada sebanyak 86 fakir miskin setiap hari bisa mengambil rantang makanannya 3 kali dalam sehari secara gratis,” ungkap Bukhori kepada ikabina.com

Bukhori menjelaskan melalui Dapur Dhuafa, pihaknya bermaksud dimakmurkan masjid. “Bagaimana kita pengurus BKM berjuang agar jamaah masjid hidup sejahtera dari masjid. Terima kasih semua pihak yang telah mendukung berdirinya Dapur Dhuafa ini, dan hingga kiamat dapur ini tetap beroperasi atas izin Allah,” harapnya.

Selain itu, sambung Bukhori, Bada tasbih dan tahmid dari dampak Covid-19 memunculkan hikmah inspiratif ini. “Ketika saya sebagai da’i berkunjung dari satu pintu ke pintu yang lain di Dusun Cinta Makmur, banyak peta terdampak keluhan rakyat kecil yang pada akhirnya program Dapur Dhuafa ini terealisasi. Kemudian dengan sangat ringan keluar dari lisan ini bahwa program ini InsyaAllah akan berlangsung sampai hari kiamat,” urai Bukhori.

Editor: Najib Gunawan

 5,302 total views,  2 views today