Agar Produktif, WBP Dibekali Pelatihan Usaha Kreatif

Teks foto: Kapas Kelas IIA Rantauprapat dan Rumah Kompetensi Indonesia serta Rumah UMKM memberikan pelatihan usaha kreatif kepada para WBP, Senin (14/12/2020). (ist)

LABUHANBATU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat bekerjasama dengan Rumah UMKM dan Rumah Kompetensi Indonesia, memberikan pelatihan anyaman lidi kelapa sawit dan usaha kreatif lainnya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (14/12/2020).

Pelatihan ini sebagai bekal bagi para bila kelak kembali ke tengah-tengah masyarakat begitu usai menjalani pidana memiliki keterampilan usaha kreatif. Sehingga, para WBP lebih produktif demi menghindari perbuatan negatif agar tidak kembali berbuat melawan hukum.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Rantauprapat, Era Wiharto, menjelaskan, pelatihan-pelatihan seperti ini kerap diberikan mereka dalam pembinaan WBP. “Tak hanya pelatihan anyaman lidi kelapa sawit saja, kita juga membekali mereka usaha kreatif lainnya. Banyak sudah beragam pelatihan yang mereka dapatkan, khususnya bagi WBP yang tengah menjalani sisa pidananya,” terang Era Wiharto, kepada ikabina.com

Teks foto: Lapas Kelas IIA Rantauprapat dan Rumah Kompetensi Indonesia serta Rumah UMKM memberikan pelatihan usaha kreatif kepada para WBP, Senin (14/12/2020). (ist) 

Dikatakannya, pelatihan seperti ini juga selalu menggandeng Rumah UMKM dan Rumah Kompetensi Indonesia. “Alhamdulillah, selama ini kerjasama dengan dua lembaga pelatihan itu berjalan baik. Bahwa pelatihan seperti  anyaman lidi kelapa sawit bertujuan agar para WBP yang  sedang menjalani sisa pidananya memiliki kegiatan produktif, selain itu sebagai bekal hidup jika sudah bebas dan kembali ke masyarakat,” ucap Kalapas Rantauprapat.

Sementara itu, Founder Rumah Kompetensi Indonesia, Khairul Eka Swara, memberikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Rantauprapat yang konsisten dan berani berinovasi untuk para warga binaan.

“Kita berharap, tentunya semakin banyak pihak yang akan melibatkan diri dalam pemberdayaan para warga binaan sehingga mereka memiliki ilmu dan wawasan, ibaratkan ini adalah kampus UKM yang nantinya setelah keluar dari Lapas tidak kembali lagi, melainkan akan menjadi seorang wirausaha,” harap Khairul.

Editor: Najib Gunawan

 6,200 total views,  2 views today