Norak! Kades Emplasemen Blokir WA Wartawan

Teks foto: Musdes Emplasemen terkesan hanya dihadiri orang-orang tertentu tanpa melibatkan masyarakat secara keseluruhan. Foto: Kecamatan Bilah Hulu

BILAH HULU – Melihat akun resmi Kecamatan Bilah Hulu dalam unggahannya terkait pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) penetapan RKPDes Desa Emplasmen, 01 Februari 2021. Kades Emplasemen Sardi tak menjawab konfirmasi wartawan dan malah memblokir WhatsApp jurnalis.

Padahal wartawan hanya ingin mencari informasi lebih lengkap dari rangkaian Musdes yang dihadiri Sekcam Bilah Hulu, Karmina. Selain itu tampak Pendamping Desa, Babinsa, Perangkat Desa, Tokoh- tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Namun, masyarakat yang hadir hanya belasan orang tanpa perwakilan urusan lengkap. Saat dikonfirmasi, Sardi malah bungkam walau tanda pesan WhatsApp sempat terbaca lalu tidak bisa lagi dihubungi.

Sekcam Bilah Hulu, Karmina, pun merasa heran dengan kejadian ini. “Nanti saya bicara sama meraka (Kades, red),” ucap Karmina saat dikonfirmasi ikabina.com

Teks foto: Musdes Emplasemen, Kecamatan Bilah Hulu terkesan hanya dihadiri orang-orang tertentu tanpa melibatkan masyarakat secara keseluruhan. Foto: Kecamatan Bilah Hulu

Begitupun dengan Camat Bilah Hulu, Hamdy Erazona Siregar, juga mempersilahkan wartawan konfirmasi ke Pemerintah Desa. “Coba konfirmasi ke pemerintahan desanya dulu, Bang. Karena itu kan kegiatan di desa dalam rangka penyusunan dan penetapan RKPDes yg melibatkan unsur komponen masyarakat yang ada di desa,” balas Hamdy.

Hamdy juga menjelaskan sesuai dengan mekanisme dalam menetapkan RKPDes. Pemerintah Desa harus melaksanakan musdes yang melibatkan perwakilan dari seluruh unsur komponen masyarakat yang ada di desa tersebut dan BPD.

“Coba dengan pengurus BPD-nya. Karena mereka yang berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Namun informasi ini nanti akan saya kordinasikan dengan pak kades,” janji Camat Bilah Hulu.

Sementara itu, Ketua BPD, Setia Ritonga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan undangan kepada masyarakat sebanyak 70 orang. Lalu, ketika ditanya jumlah penduduk Desa Emplasemen, Setia mengaku ada sebanyak 3.000 warga.

Kekesalan warga selama ini pemerintah desa hanya melibatkan orang-orang tertentu dalam setiap musyawarah. “Inilah yang kami rasakan selama ini. Mereka menganggap kita tidak ada. Padahal masyarakat juga ingin berperan aktif membangun desa,” sebut salah satu warga.

Penulis: Iswandi
Editor: Najib Gunawan

 9,504 total views,  2 views today