Kapolsek Bilah Hilir Dinilai Lemah Berantas Narkoba

Sekretaris Granat Bilah Hilir, Rahmat Sukri

BILAH HILIR – LSM Perintis Labuhanbatu dan Granat Bilah Hilir menilai Kapolsek, AKP Ahmad Syafei Lubis SH lemah dalam melakukan pemberantasan narkoba dibanding Polsek Panai Tengah. Bahkan, dua lembaga ini menganggap kinerja Polsek Bilah Hilir masih jauh tertinggal.

Ketua LSM Perintis Labuhanbatu Azhari, seharusnya Kapolsek Bilah Hilir dengan cukupnya personel lebih semangat dalam memberantas narkoba yang semakin mengkhawatirkan di wilayahnya. “Kita bicara fakta, sudah berapa bandar narkoba di Kecamatan Bilah Hilir yang ditangkap Tim Opsnal Polsek Panai Tengah dari sebuah proses pengembangan,” tegas Azhari, Rabu (15/04/2021).

Senada dikatakan Sekretaris Gerakan Anti Narkotika (Granat) Bilah Hilir Rahmat Sukri, dirinya mengaku prihatin melihat para pengguna narkoba di kecamatan itu dari usia remaja hingga orang tua. “Sudah sangat memprihatikan kondisi seperti ini, kita berharap Polsek Bilah Hilir lebih proaktif dalam melakukan pemberantasan narkoba. Jangan melempem,” sindir Sukri.

Dirinya berharap, melihat keadaan yang semakin akut, tim Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu diminta lebih sering turun ke Kecamatan Bilah Hilir guna melakukan pemberantasan narkoba di daerah itu yang sudah sangat meresahkan.

“Nampaknya masyarakat di daerah ini tidak bisa penuh berharap dari Polsek Bilah Hilir untuk melakukan pemberantasan narkoba. Karena itu kami atas nama lembaga Granat berharap Satres Narkoba Polres Labuhanbatu lebih proaktif turun kemari. Hancur generasi bangsa kalau terus seperti ini maraknya peredaran narkoba,” ucap Sukri.

Sementara itu, Abdul Hasyim selaku mantan Ketua FKPPI 02/09 Kecamatan Bilah Hilir mengatakan, akibat maraknya narkoba, semakin tinggi angka tindak kriminal di daerah itu seperti pencurian hasil kebun mau pun pencurian lainnya. “Saya berharap Kapolres Labuhanbatu mengevaluasi kinerja personil Polsek Bilah Hilir. Kenapa lemah dalam melakukan pemberantasan narkoba,” ungkapnya.

Diterangkannya lagi, dari 11 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Bilah Hilir, hanya di Desa Sei Tarolat yang minim peredaran narkoba. “Kalau di desa lainnya seperti Desa Sei Kasih, Tanjung Haloban, Sidomulyo, Negeri Lama Seberang dan di 2 kelurahan Negeri Lama dan Kelurahan Negeri Baru sudah bisa dikatakan cukup darurat peredaran barang haram itu,” ungkapnya.

Saat diminta tanggapan awak media melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Bilah Hilir AKP Ahmad Syafei Lubis SH, mengatakan tetap berupaya melakukan pemberantasan dan minta tolong diberi dukungan. “Ijin bang trmks imponya kita tetap berupaya utk memberantasnya tlg dukungan bang trmks wassalam,” balas Kapolsek singkat.

Penulis: Rudi
Editor: Najib Gunawan

 2,945 total views,  6 views today